Bupati Dorong Inovasi Daerah, Mimika Target Nasional
Mimika, Antarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Mimika Johanes Rettob usai menghadiri Mimika Innovation Week 2026 di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa (09/06/2026).
Johanes Rettob mengatakan pelaksanaan Mimika Innovation Week menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan yang kini memasuki tahun kedua itu tidak lagi hanya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi perguruan tinggi, pelaku usaha, UMKM, komunitas, hingga masyarakat umum.
“Tujuannya bagaimana Kabupaten Mimika bisa menghasilkan inovasi-inovasi yang mendukung pelayanan masyarakat agar lebih efektif dan efisien,” ujar Johanes.
Ia menilai ide kreatif tidak hanya lahir dari lingkungan birokrasi, tetapi juga dari masyarakat yang sehari-hari menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Karena itu, pemerintah daerah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan inovasi daerah.
“Kadang inovasi terbaik justru lahir dari masyarakat karena mereka yang merasakan langsung kebutuhan dan persoalan yang ada,” katanya.
Johanes menjelaskan, setiap inovasi yang masuk akan dinilai berdasarkan manfaat, efektivitas, efisiensi, serta dampaknya terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah. Inovasi yang dinilai layak akan dikembangkan menjadi produk inovasi resmi Kabupaten Mimika dan diikutsertakan dalam ajang nasional.
“Dari hasil inovasi ini nanti akan kita kirim ke Kementerian Dalam Negeri dan BRIN sebagai produk inovasi Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin inovasi hanya berhenti pada kompetisi tahunan, melainkan benar-benar diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah menyiapkan pembentukan Rumah Inovasi yang direncanakan berada di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP). Fasilitas tersebut akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan ide, mempresentasikan hasil inovasi, hingga berkonsultasi terkait pengembangan produk inovasi daerah.
“Semua orang yang memiliki inovasi bisa datang. Kita akan uji dan kaji, lalu jika layak akan dikembangkan menjadi produk daerah,” katanya. Johanes menambahkan bahwa setiap inovasi yang diterapkan nantinya harus memiliki dasar hukum yang jelas agar dapat digunakan secara resmi dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga mulai melakukan pendataan terhadap berbagai inovasi yang selama ini berkembang di masyarakat, OPD, maupun pelaku UMKM.
Hingga semester pertama tahun 2026, tercatat sekitar 180 inovasi telah didaftarkan. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inovasi dalam pembangunan daerah.
“Saat ini sudah tercatat sekitar 180 inovasi yang masuk. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu,” ungkapnya. Menurut Johanes, peningkatan tersebut menjadi indikator positif bahwa budaya inovasi mulai berkembang di Kabupaten Mimika.
Pemerintah daerah kini sedang melakukan kajian untuk menentukan inovasi yang paling potensial diterapkan pada sektor pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga pelayanan masyarakat di kampung-kampung.
Selain melibatkan masyarakat, setiap OPD juga diwajibkan mengirimkan minimal dua inovasi unggulan untuk mengikuti kompetisi inovasi daerah.
“Kalau semua OPD bergerak membuat inovasi, maka pelayanan pemerintah akan semakin baik dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Johanes mengakui Kabupaten Mimika sebelumnya telah meraih penghargaan inovasi tingkat Papua. Namun, menurutnya capaian tersebut harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Tahun lalu kita sudah memperoleh penghargaan tingkat Papua. Ke depan target kita harus mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Ia optimistis jumlah inovasi yang masuk akan terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran pada Agustus mendatang.
Dengan semakin banyaknya inovasi yang lahir, Mimika diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan transparan sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional. Semangat berinovasi yang tumbuh dari masyarakat menjadi modal penting untuk membawa Mimika menuju pelayanan publik yang semakin modern dan berkualitas.
“Kita ingin inovasi ini benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat, bukan sekadar lomba, tetapi dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Mimika,” tutupnya.