SIRIDAKAMI

Kisah Inspiratif Mervil Kalambo di Ajang Mimika Inovation Week 2026, Ketika Keterbatasan Fisik Tak Mampu Membatasi Mimpi

Dipublikasikan: 10 Juni 2026 · 13:25 WIT TIM BRIDA Mimika Diperbarui: 10 Juni 2026 · 13:48 WIT 3 menit baca
Bagikan
Mervil Berkat Kalambo, siswa difabel berprestasi diapit Kepala Brida Mimika, Slamet Sutejo dan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (BRIN), Dr. Yopi dipanggung Mimika Inovation Week 2026.
Mervil Berkat Kalambo, siswa difabel berprestasi diapit Kepala Brida Mimika, Slamet Sutejo dan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (BRIN), Dr. Yopi dipanggung Mimika Inovation Week 2026.

DI RUANG kelas SMAN 6 Mimika, seorang remaja tampak tekun menatap layar komputer. Jemarinya bergerak perlahan menyusun warna, tulisan, dan ilustrasi menjadi sebuah poster digital yang penuh makna.

Bagi sebagian orang, aktivitas itu mungkin terlihat biasa.

Namun bagi Mervil Berkat Kalambo, proses tersebut adalah perjuangan panjang melawan keterbatasan fisik sekaligus pembuktian bahwa mimpi tidak pernah mengenal kata disabilitas.

Mervil, siswa kelas 10 SMAN 6 Mimika, merupakan penyandang disabilitas daksa.

Dalam kesehariannya ia harus hidup dengan keterbatasan fisik. Namun kondisi itu tidak membuatnya menyerah ataupun menutup diri dari dunia prestasi. Justru dari balik keterbatasannya, lahir semangat besar yang kini menginspirasi banyak orang di Kabupaten Mimika. Pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Mimika Tahun 2026, Mervil berhasil meraih Juara 1 kategori Desain Poster Digital.

Prestasi itu bukan sekadar kemenangan dalam lomba seni, tetapi juga simbol bahwa anak-anak difabel memiliki potensi besar ketika diberi ruang, kesempatan, dan dukungan yang tepat.

Keberhasilan Mervil kemudian membawanya tampil dalam kegiatan Mimika Innovation Week yangvdibuka Bupati Mimika Johannes Rettob pada Selasa, 9 Juni 2026. Ia tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi dipercaya untuk menunjukkan kemampuan mendesain poster secara langsung di hadapan peserta dan tamu undangan termasuk Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Yopi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Mimika , Slamet Sutejo.

Penampilan itu menjadi momen penting. Di tengah perkembangan dunia digital dan kreatif yang semakin kompetitif, seorang pelajar penyandang disabilitas dari Mimika tampil percaya diri menunjukkan bakatnya.

Ia menjadi bukti nyata keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan bersaing. Sebelum memenangkan FLS3N, perjalanan Mervil tidak selalu mulus. Ia sempat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang ekonomi, namun gagal lolos seleksi. Banyak pelajar mungkin memilih berhenti setelah mengalami kegagalan pertama, tetapi tidak dengan Mervil.

Ia memilih bangkit dan mencoba bidang lain yang sesuai dengan minatnya, yakni desain poster digital.

Dengan penuh keberanian, Mervil mengajukan diri menjadi perwakilan sekolah.

Meski sempat ragu karena informasi seleksi yang diterima cukup terlambat, ia tetap percaya pada kemampuannya sendiri.

Keyakinan itu akhirnya terbayar saat dirinya dipilih mewakili SMAN 6 Mimika dalam lomba FLS3N.

Dalam proses pembuatan poster, Mervil juga menghadapi berbagai kendala teknis. Aplikasi desain yang digunakan memiliki fitur terbatas. Berkat bantuan sang kakak yang membantu pembayaran aplikasi premium, Mervil mulai mempelajari lebih banyak teknik desain dan mengembangkan kreativitasnya.

Tema yang diangkat dalam poster karyanya adalah dampak bahaya media sosial bagi generasi muda. Tema itu dipilih berdasarkan fenomena yang ia lihat dalam kehidupan sehari-hari serta masukan dari saudara kembarnya.

Dari ide sederhana tersebut lahirlah karya visual yang akhirnya membawa dirinya menjadi juara tingkat kabupaten.

Kisah Mervil menjadi refleksi penting tentang bagaimana pendidikan inklusif seharusnya dijalankan.

Anak-anak penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dikasihani, melainkan generasi yang perlu diberi akses dan kesempatan yang setara untuk berkembang.

SMAN 6 Mimika sendiri dikenal sebagai salah satu sekolah negeri di Kabupaten Mimika dengan akreditasi A dan memiliki ratusan siswa aktif. Sekolah ini berdiri sejak tahun 2013 dan terus mendorong pengembangan potensi siswa di berbagai bidang akademik maupun nonakademik.

Di Papua Tengah, kisah seperti Mervil memiliki arti yang sangat besar.